KATA-KATA BIJAK DAN MOTIVASI

Selasa, 30 Mei 2017

MENGANALISA TULISAN TANGAN AHMAD RIFAI PASRA


Nama Ahmad Rifai Pasra (ARP), seorang penulis di media lokal, belakangan ini menjadi topik yang mewarnai pemberitaan pasca peristiwa pemboman atau bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu yang terjadi pada Rabu malam tanggal 24 Mei 2017. 

Bukannya berempati atas peristiwa ledakan yang terjadi pada Rabu 24 Mei malam lalu, ARP justru memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi hoax. Di akun Facebook-nya, ARP menulis bahwa aksi bom bunuh diri yang menewaskan 3 anggota Polri dan melukai sejumlah warga sipil itu adalah sebuah rekayasa polisi."Ini rekayasa bom bunuh diri. Sebentar lagi framing pemberitaan media akan mengarah pada satu topik bahwa pelakunya Islam radikal," tulis ARP di akun Facebooknya. 

ARP juga membuat analisa spekulatifnya yang kemudian diposting dalam akun facebooknya dengan tajuk "Membedakan Bom Bunuh Diri Asli dengan Rekayasa" yang dapat menggiring opini masyarakat bahwa peristiwa pemboman di Kampung Melayu tersebut adalah sebuah rekayasa.

ARP ditangkap atas dugaan penyebaran informasi sesat yang dikhawatirkan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, ras dan antargolongan (SARA).

"ARP menyesal sehingga dia menuliskan surat permintaan maaf pada Bapak Kapolri dan penyesalan atas kebodohan dan kesalahannya menulis di FB sehingga menyakiti banyak orang," ujar Ihsan, melalui keterangan tertulis, Selasa (30/5/2017).

ARP kemudian menuliskan surat terbuka bermaterai yang intinya meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan masyarakat Indonesia. Di bawah ini adalah surat terbuka tersebut :


Berdasarkan tulisan tangan di atas, kita dapat mengetahui beberapa hal yang perlu digarisbawahi dari sosok ARP.

Dilihat dari ukuran tulisan, huruf "d", huruf "i" dan huruf "h", ARP bisa dikatakan sebagai orang yang introvert. Sebagai seorang yang introvert, menjadi penulis merupakan profesi yang cocok dengannya. Namun menjadi seorang analisis bukanlah sesuatu yang cocok dengannya. Hal ini karena ARP termasuk tipe yang ceroboh. Hal ini terlihat dari huruf "i"-nya. Kecerobohan ARP adalah sering membuat analisa tanpa memperhatikan atau menyertai data.

Sebagai seorang analis, ARP cenderung melihat sesuatu dari perspektif dirinya saja dan cenderung melihat sesuatu dari sisi buruknya saja. Hal ini tercermin dari ukuran tulisan dan baselinenya.

Lalu kira-kira apa motif ARP membuat postingan yang kontroversial terkait peristiwa pemboman di Kampung Melayu tersebut ?

Dilihat dari tulisan tangannya, kemungkinan besar ada 2 faktor mengapa ARP melakukan hal tersebut, yaitu :

Pertama, keinginan untuk dikenal. Hal ini dapat terlihat dari huruf "m" dan tanda tangannya secara umum. Menjadi penulis adalah profesi yang tepat bagi seorang introvert untuk dikenal dan menjadi terkenal. Membuat tulisan-tulisan yang kontroversial merupakan salah satu cara bagi dirinya untuk dikenal.

Kedua, sosok dirinya yang suka memberontak. Hal ini dapat terlihat dari kebanyakan trait huruf "k" yang dibuatnya dan juga huruf "m"-nya tersebut. Karakter dirinya inilah yang mungkin melatarbelakangi mengapa ia membuat tulisan atau analisa yang kontroversial tersebut.

Akibat perbuatannya ini, ARP kelihatannya cukup mengalami stress atau depresi. Hal ini terlihat dari baseline-nya terutama cukup banyak ditemukan baseline atau huruf yang jatuh pada kata yang ditulisnya dan juga terlihat pada tarikan tanda tangannya baik pada zona atas maupun zona tengah.

Satu hikmah yang dapat kita ambil dari kasus ARP ini adalah agar kita senantiasa untuk berhati-hati dan tidak sembrono dalam memposting sesuatu di media sosial. Apalagi jika isteri sedang hamil 5 bulan dan memiliki anak yang masih balita. Kalau akhirnya karena hal ini kemudian hidup dipenjara, bagaimana nasib mereka semua ? Pernahkah ARP memikirkannya ?

Ah, namanya juga ceroboh dan suka berontak. Tapi berhasil kan untuk menjadi terkenal atau dikenal :)

Semoga tulisan ini berguna.

Salam Grapho. Salam Perubahan yang Lebih Baik. Salam Sukses Bahagia.


Max Hendrian Sahuleka & Primasari Nafisah T. Z.

Founder Primagraphology Training & Consulting, Penulis Buku "The Power of Signature : Mengenal dan Mengubah Diri melalui Tanda Tangan"

www.primagraphology.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN TERBARU

ARTIKEL-ARTIKEL :

OUR SOCIAL MEDIA

OUR FANPAGE FACEBOOK

OUR TWITTER

OUR INSTAGRAM

Title 4

Isi konten 4

Title 5

Isi konten 5