KATA-KATA BIJAK DAN MOTIVASI

Sabtu, 18 Agustus 2012

Kenali dan Atasi Lifetraps (Jebakan-jebakan Kehidupan) Anda Jika Ingin Anda Sukses dan Bahagia !

Setiap orang baik sadar maupun tidak sadar dan mau tidak mau pasti memiliki lifetraps (jebakan-jebakan kehidupan).

Apa itu lifetraps (jebakan-jebakan kehidupan) ?



Secara singkat, lifetraps atau jebakan-jebakan kehidupan adalah pola tema yang dimulai waktu kecil dan berulang kembali ketika seseorang dewasa yang sangat merugikan diri kita dan sering menjadi zona nyaman sehingga berusaha keras untuk bertahan dengan kebiasaan buruknya.

Ada 11 macam lifetraps (jebakan-jebakan kehidupan), yaitu :

1. LIFETRAP ABANDONMENT
Abandonment lifetraps adalah perasaan bahwa orang yang Anda cintai akan meninggalkan Anda, dan Anda berakhir dengan keterasingan secara emosi selamanya. Entah Anda merasa orang yang dekat dengan Anda akan meninggal, meninggalkan rumah selamanya, atau meninggalkan Anda karena merasa lebih suka dengan orang lain, maka Anda merasa akan ditinggalkan sendirian. Karena keyakinan ini, Anda mungkin terlalu dekat kepada orang lain, bahkan bersifat posesif atau menjadi takut kehilangan orang tersebut. Ironisnya, Anda akhirnya malah dijauhi oleh mereka. Anda  mungkin akan sangat sedih atau marah, bahkan dengan perpisahan yang normal sekalipun.

2. LIFETRAP MISTRUST AND ABUSE
Mistrust and abuse lifetraps adalah dugaan bahwa orang akan menyakiti atau memanfaatkab Anda dengan cara tertentu – mereka akan menipu, berbohong, memanipulasi, menghina, menyakiti secara fisik, atau mengambil keuntungan dari Anda. Jika Anda memiliki lifetrap ini, Anda bersembunyi dibalik tembok ketidakpercayaan (mistrust) untuk melindungi diri. Anda takkan pernah membiarkan orang cukup dekat dengan Anda. Anda curiga pada niat orang lain, dan cenderung berasumsi buruk. Anda menduga orang yang Anda cintai akan mengkhianati Anda. Anda bisa bersikap menghindari menghindari hubungan sama sekali, membentuk hubungan dangkal di mana Anda tidak mau benar-benar terbuka kepada orang lain, atau Anda berhubungan dengan orang yang memperlakukan Anda dengan buruk lalu merasa marah dan dendam terhadap mereka.

3. LIFETRAP DEPENDENCE
Jika Anda terperangkap dalam dependence lifetraps, Anda merasa tidak dapat menangani hidup sehari-hari dengan kompeten tanpa bantuan orang lain. Anda bergantung kepada orang lain untuk bertindak sebagai penopang dan butuh dukungan terus-menerus. Ketika kecil Anda dibuat merasa tidak kompeten saat Anda berusaha mandiri. Ketika dewasa, Anda mencari figur kuat tempat Anda bergantung dan membiarkan mereka mengatur hidup Anda. Di tempat kerja, Anda segan untuk bertindak sendiri. Anda pasti sulit mengambil keputusan.

4. LIFETRAP VULNERABILITY
Dengan vulnerability, Anda hidup dalam ketakutan akan bencana – baik itu bencana alam, kejahatan, medis, atau kekurangan. Anda tidak merasa aman di dunia. Jika Anda memiliki lifetrap ini, semasa kecil Anda dibuat merasa bahwa dunia adalah tempat yang berbahaya. Anda mungkin terlalu dilindungi orang tua yang terlalu khawatir akan keselamatan Anda. Ketakutan Anda berlebihan dan tidak realistis, tapi Anda membiarkan hal itu mengontrol hidup Anda, dan Anda mencurahkan energi untuk memastikan bahwa Anda aman. Ketakutan Anda mungkin berkisar pada penyakit: mendapat serangan kegelisahan, terkena AIDS, atau menjadi gila. Ketakutan Anda mungkin fokus pada kerapuhan finansial: bangkrut dan akhirnya hidup di jalanan. Ketakutan Anda mungkin berkisar pada situasi fobia, seperti takut terbang/ketinggiaN, takut dirampok, atau gempa bumi.

5. LIFETRAP EMOTIONAL DEPRIVATION
Emotional deprivation adalah keyakinan bahwa kebutuhan Anda akan cinta tak akan pernah terpenuhi secara cukup oleh orang lain. Anda merasa tak ada orang yang sungguh-sungguh peduli pada Anda atau mengerti perasaan Anda. Anda tertarik pada orang yang dingin dan tidak mau memberi, atau Anda sendiri dingin dan tidak mau memberi sehingga Anda membentuk hubungan yang sudah tentu tidak memuaskan. Secara bergantian, Anda merasa tertipu, marah, sakit hati, dan kesepian. Ironisnya, kemarahan Anda justru membuat orang menjauh sehingga Anda semakin menarik diri.

6. LIFETRAP SOCIAL EXCLUSION
Social exclusion adalah kedekatan emosi Anda dengan teman-teman dan kelompok. Ia berhubungan dengan perasaan terasing dari seluruh dunia, dan merasa berbeda. Jika Anda memiliki lifetrap ini, semasa kecil Anda merasa diasingkan oleh saudara. Anda tidak merasa menjadi bagian dari kelompok teman-teman. Mungkin Anda memiliki karakter tidak biasa yang membuat Anda merasa berbeda dari yang lain. Anda menghindari sosialisasi dalam kelompok dan berteman.
Anda mungkin pernah merasa diasingkan karena ada sesuatu tentang diri Anda yang ditolak anak-anak lain. Oleh karena itu, Anda  merasa tidak diterima secara sosial. Setelah dewasa, Anda mungkin merasa bahwa Anda jelek, tidak menarik secara seksual, rendah dalam status, kemampuan berbicara buruk, membosankan atau tidak sempurna. Anda memberlakukan kembali penolakan masa kecil Anda – Anda merasa dan bertindak inferior atau rendah diri dalam situasi sosial.

7. LIFETRAP DEFECTIVENESS
Dengan defectiveness, Anda merasa di dalam diri Anda cacat dan tidak berharga. Anda percaya bahwa pada dasarnya Anda tidak bisa dicintai siapa pun yang cukup dekat dengan Anda dan benar-benar mengenal Anda. Cacat Anda akan terekspos. Semasa kecil, Anda merasa tidak dihormati dalam keluarga. Justru, Anda mendapat kritik atas “cacat” Anda. Anda menyalahkan diri sendiri – Anda merasa tidak layak dicintai. Ketika dewasa, Anda takut akan cinta. Anda sulit percaya bahwa orang yang dekat dengan Anda menghargai Anda sehingga Anda mengharapkan penolakan.

8. LIFETRAP FAILURE
Failure adalah keyakinan bahwa Anda tidak cukup mampu dalam area pencapaian, seperti di sekolah, di tempat kerja dan olahraga. Anda percaya bahwa Anda gagal menyamai teman-teman sebaya. Semasa kecil, Anda dibuat merasa rendah diri dalam hal pencapaian/prestasi. Anda mungkin kurang memiliki kemampuan belajar, atau Anda tidak pernah belajar cukup disiplin untuk menguasai keterampilan penting, seperti membaca. Anak-anak lain selalu lebih baik daripada Anda. Anda dipanggil “bodoh”, “tidak berbakat” atau “malas”. Ketika dewasa, Anda mempertahankan lifetrap ini dengan melebih-lebihkan tingkat kegagalan Anda dan dengan berlaku sedemikian rupa untuk memastikan kegagalan Anda.

9. LIFETRAP SUBJUGATION
Dengan subjugation, Anda mengorbankan kebutuhan dan keinginan Anda sendiri demi menyenangkan orang lain atau memenuhi kebutuhan mereka. Anda membiarkan orang lain mengontrol Anda. Anda melakukan ini karena rasa bersalah – bahwa Anda menyakiti orang lain apabila mendahulukan diri sendiri – atau takut Anda akan dihukum atau ditinggalkan jika Anda tidak patuh. Ketika kecil, seseorang yang dekat dengan Anda, mungkin salah satu orang tua, menindas Anda. Ketika dewasa, Anda berulang kali menjalin hubungan dengan orang yang dominan, mengontrol, dan Anda tunduk kepada mereka atau Anda menjalin hubungan dengan orang-orang malang yang terlalu lemah untuk membalas kebaikan Anda.

10. LIFETRAP UNRELENTING STANDARDS
Jika Anda berada dalam unrelenting standards lifetrap, Anda berjuang tanpa henti untuk memenuhi pengharapan yang sangat tinggi untuk diri sendiri. Anda menempatkan penekanan yang berlebihan pada status, uang, pencapaian, kecantikan, keteraturan, atau penghargaan dengan mengorbankan kebahagiaan, kesenangan, kesehatan, kepuasan, dan hubungan yang menyenangkan. Anda mungkin menerapkan standar ini kepada orang lain juga dan sangat menghakimi. Ketika masih kecil, Anda diharapkan menjadi yang terbaik, dan Anda diajar bahwa selain dari itu adalah kegagalan. Anda belajar bahwa yang Anda laksanakan tak ada yang cukup baik.

11. LIFETRAP ENTITLEMENT
Entitlement lifetrap berkaitan dengan kemampuan untuk menerima batasan-batasan realistis dalam hidup. Orang yang memiliki lifetraps ini merasa spesial. Mereka bersikeras untuk dapat melakukan, mengatakan atau memiliki apa pun yang mereka ingin dengan segera. Mereka tidak peduli dengan pertimbangan orang lain, apayang mungkin atau tidak untuk dikerjakan, waktu atau kesabaran yang dibutuhkan, dan akibatnya bagi orang lain. Mereka punya masalah dengan disiplin diri.
Banyak orang dengan lifetrap ini dimanjakan sewaktu kecil. Mereka tidak dituntut untuk menunjukkan kontrol diri atau menerima larangan seperti yang diterapkan pada anak-anak lain. Ketika dewasa, mereka masih tetap sangat marah apabila tidak mendapatkan keinginannya.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai lifetraps (jebakan-jebakan kehidupan), bagaimana awal mulanya, apa dampaknya, bagaimana mengenali gejala-gejalanya pada diri seseorang, bagaimana mengenalinya melalui tulisan tangannya, bagaimana mengetahui tingkat keparahannya, dan yang lebih terpenting lagi bagaimana mengatasinya, Anda dapat mengambil salah satu dari solusi yang kami tawarkan berikut ini, yaitu :
1. Ikuti pelatihan "Graphology for Forgiveness and Healing the Past"
2. Terapi kepada kami, Primagraphology Consulting


SALAM GRAPHO. SALAM SUKSES BAHAGIA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN TERBARU

ARTIKEL-ARTIKEL :

OUR SOCIAL MEDIA

OUR FANPAGE FACEBOOK

OUR TWITTER

OUR INSTAGRAM

Title 4

Isi konten 4

Title 5

Isi konten 5